Niagahoster discount up to 70%

Tuesday, September 03, 2013

Kenapa Melanjutkan Studi ke Jepang? Bagian 1

Beberapa buku yg sering dipakai untuk drill
menjelang JLPT alias Noryoku Shiken
Mungkin teman2 JEI kaget membaca ini, tapi sebagian orang yang sudah tiba di Jepang dengan status pelajar asing malah bingung ketika ditanya alasannya memilih melanjutkan studi ke Negeri Sakura itu. Lho, kok bisa ya???
Karena bingung itu, mereka pun ngasih jawaban sekenanya, seperti "Dapat beasiswanya di Jepang sih" atau "Gue suka banget sama anime." Dan yang lebih parah, "Abis, kata teman, di sana seru banget."
Well, alasan begitu nggak salah-salah banget sih. Tapi, rasanya nggak punya dampak positif ke masa depan. Iya nggak?

Now, first question dulu: Buat apa sih kita belajar bahasa Jepang?

Di Indonesia, bahasa Inggris sudah jadi hal wajib. Sekolah mana pun pasti punya pelajaran bahasa Inggris, bahkan jadi sebuah poin yang harus dipenuhi untuk mencari kerja. Itu sebabnya banyak pelajar yang mau melanjutkan studinya ke luar negeri lebih memilih negara2 berbahasa Inggris, seperti Amerika, Inggris, Kanada, atau Australia karena nggak perlu belajar lagi dari awal.

Ada juga pelajar yang memilih negara Eropa yang tidak berbahasa Inggris karena alasan2 khusus, misalnya mau belajar fashion design di Perancis, teknik di Jerman, musik di Belanda, atau memasak di Italia. Sayangnya, banyak bukti menunjukkan: begitu selesai masa pendidikan dan si siswa kembali ke Indonesia, bahasa asing yang sudah mereka pelajari dgn susah-payah akhirnya jadi nggak banyak berguna.

Kenapa? Karena begitu masuk ke dunia bisnis, si orang2 Eropa ini memakai bahasa... INGGRIS!

Nah, karena perubahan situasi ekonomi dunia belakangan, ada lagi sebagian pelajar yang mulai menoleh ke negara2 Asia dengan aneka pertimbangan: lebih dekat secara geografis dan budaya, juga cenderung lebih murah. Tiga negara yang jadi incaran utama adalah China, Korea, dan Jepang.

Hanya saja, untuk belajar di ketiga negara ini, banyak siswa yang terjegal pada kendala bahasa. Tiga bahasa asing ini memang pegang reputasi di dunia sbg bahasa2 tersulit untuk dipelajari, terutama karena aksara dan grammar-nya yang beda banget.

Melejitnya pamor China di bidang trading menimbulkan rush belajar bahasa Mandarin dan arus pelajar yang menuju China atau Taiwan pun meningkat. Tapi, sayangnya, lagi2 setelah si siswa pulang dan berkarier di Indonesia, bahasa Mandarin-nya hanya bisa dipakai saat hendak trading.

Demam K-Pop dengan band2 keren dan cowok2 imutnya juga sempat bikin badai belajar bahasa Korea dan wisata ke Negeri Gingseng itu. Dan lagi2, setelah selesai masa studi, siswa terbentur saat mencari kerja: bidang bisnis yang menggunakan bahasa Korea di Indonesia masih terbataaaaas sekali.

Sementara itu, banyak nggak sadar kalau sebetulnya hubungan Indonesia dengan Jepang itu sudah berjalan sejak lama!

Hayo, siapa yg nggak kenal mobil produksi Toyota atau motor Honda? Pasti sudah pernah juga foto2 pakai kamera Nikon atau Canon, kan? Belum lagi Pokemon, Doraemon, Crayon Shinchan, dan masih sejibun sub-kultur Jepang yang sebenarnya sudah lama akrab di keseharian orang Indonesia. Makanan Jepang pun bukan lagi barang langka, begitu juga toko2 Jepang lainnya.

Belum lagi, berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang katanya lagi naik daun, Jepang lagi gencar2nya menjalin kerja sama dengan negara kita tercinta. Berarti bakal makin banyak perusahaan Jepang yang berhubungan sama Indonesia! Yang juga berarti....

BIG CHANCE FOR ALL JAPANESE SPEAKERS!!! \(^o^)/

Belajar bahasa Jepang akan membuka pintu2 kesempatan yang tadinya hanya terbuka bagi mereka yg bisa berbahasa Jepang: dalam dunia pergaulan, dunia kerja, dll. Nantinya kita akan bisa ngobrol dan berteman dengan orang Jepang, bisa bekerja di perusahaan Jepang atau perusahaan yang berhubungan dengan dunia ke-Jepang-an, atau malah bikin perusahaan sendiri yang terkait dengan Jepang2an.

Belum lagi, kita nggak akan perlu lagi nunggu terjemahan dari anime, dorama, atau manga favorit! Nikmatin aja langsung aslinya!

Lagu2 favorit dari band kesayangan juga nggak harus kita nyanyikan dengan asbun (asal bunyi). Malah bisa pamer segala kalau lagi main ke karaoke sama teman2! Hohohoho....

Oke, sebelum obrolan tambah seru, dipotong dulu ya...

Bersambung ke Bagian 2

Untuk informasi mengenai program "Study in Japan", hubungi:

JELLYFISH EDUCATION INDONESIA (JEI)

Konsultan Belajar di Jepang

Gedung The Jakarta Post Lt. Dasar
Jl. Palmerah Barat 142-143 Jakarta 10270
Telp. (021) 5365-4610 / 11 (Senin-Jumat, 09.00-18.00)
Email: jellyfish.ina@gmail.com

Like Our Facebook Page: Jellyfish Indonesia
Follow Our Twitter: Jellyfish_INA
Google+ Page: Jellyfish Indonesia
Plurk: Jellyfish Indonesia
YouTube Channel: Jellyfish Edu-Ind
Pinterest Boards: Jellyfish Indonesia
Skype: Jellyfish-Indonesia
YM: Jellyfish.Indonesia